>ETIKA
⚫ Kata etika berasal dari dua kata Yunani yang hampir sama bunyinya, namun berbeda artinya. Pertama berasal dari kata ethos yang berarti "kebiasaan atau adat" sedangkan yang kedua artinya "perasaan batin atau kencenderungan batin yang mendorong manusia dalam prilakunya"
⚫ Etika adalah seperangkat keyakinan tentang perilaku benar dan salah dalam suatu masyarakat (George Reynolds, 2014)
⚫ Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (Departemen P dan K, 1988), etika dijelaskan dengan membedakan tiga arti sebagai berikut :
1. Ilmu tentang apa yang baik dan apa yang buruk dan tentang hak dan kewajiban moral (akhlak):
2. Kumpulan asas atau nilai yang berkenaan dengan akhlak.
3. Nilai mengenai benar dan salah yang dianut suatu golongan/ masyarakat
>ETHICS, MORALS & LAWS
⚫ Moral adalah keyakinan pribadi seseorang tentang benar dan salah, sedangkan istilah etika menggambarkan standar atau kode perilaku yang diharapkan seseorang oleh sebuah kelompok (negara, organisasi, profesi) dimana seseorang berada (George Reynolds, 2014)
⚫ Hukum adalah sistem peraturan yang memberi tahu kita apa yang bisa dan tidak bisa kita lakukan. Hukum ditegakkan oleh satu set institusi (polisi, pengadilan, badan pembuat undang-undang) (George Reynolds, 2014)
>ETIKA DAN ETIKET
⚫ Etika menyangkut cara dilakukannya suatu perbuatan sekaligus memberi norma dari perbuatan itu sendiri.
Contohnya: Dilarang mengambil barang milik orang lain tanpa izin karena mengambil barang milik orang lain tanpa izin sama artinya dengan mencuri. "Jangan mencuri" merupakan suatu norma etika. Di sini tidak dipersoalkan apakah pencuri crsebut mencuri dengan tangan kanan atau tangan kiri.
⚫ Etiket hanya berlaku dalam situasi dimana kita tidak seorang diri (ada orang lain di sekitar kita). Bila tidak ada orang lain di sekitar kita atau tidak ada saksi mata, maka etiket tidak berlaku
Contohnya: Saya sedang makan bersama bersama teman sambil meletakkan kaki saya di atas meja makan.
>PROFESI
⚫ Profesi adalah suatu pekerjaan yang dalam melaksanakan tugasnya memerlukan atau menuntut keahlian (expertise) tertentu, menggunakan eknik-teknik ilmiah, serta dedikasi yang tinggi. Keahlian yang diperoleh dari lembaga pendidikan khusus diperuntukkan untuk itu dengan kurikulum yang dapat dipertanggung jawabkan.
⚫ Seseorang yang menekuni suatu profesi tertentu disebut professional, sedangkan professional sendiri mempunyai makna yang mengacu kepada sebutan orang yang menyandang suatu profesi dan sebutan tentang penampilan seseorang dalam mewujudkan unjuk kerja sesuai dengn profesinya.
⚫CIRI-CIRI PROFESI
-Keterampilan yang berdasar pada pengetahuan teoritis
-Asosiasi Profesional
-Pendidikan yang Ekstensi
-Ujian Kompetensi
-Pelatihan institutional
-Lisensi
-Kode etik
- Status dan imbalan
>ETIKA PROFESI
⚫ Etika profesi menurut keiser dalam (Suhrawardi Lubis, 1994:6-7) adalah sikap hidup berupa keadilan untuk memberikan pelayanan professional terhadap masyarakat dengan penuh ketertiban dan keahlian sebagai pelayanan dalam rangka melaksanakan tugas berupa kewajiban terhadap masyarakat.
⚫ Kode etik profesi adalah system norma, nilai dan aturan professional tertulis yang secara tegas menyatakan apa yang benar dan baik, dan apa yang tidak benar dan tidak baik bagi professional. Kode etik menyatakan perbuatan apa yang benar atau salah, perbuatan apa yang harus dilakukan dan apa yang harus dihindari. Tujuan kode etik yaitu agar professional memberikan jasa sebaik-baiknya kepada pemakai atau nasabahnya. Dengan adanya kode etik akan melindungi perbuatan yang tidak professional.
⚫ FUNGSI KODE ETIK PROFESI
- Kode etik profesi memberikan pedoman bagi setiap anggota profesi tentang prinsip profesionalitas yang digariskan
- Kode etik profesi merupakan sarana kontrol sosial bagi masyarakat atas profesi yang bersangkutan
- Kode etik profesi mencegah campur tangan pihak diluar organisasi profesi tentang hubungan etika dalam keanggotaan profesi
Resum & Pengalaman
Halo!oo!!
Alhamdulillah, hari ini kelar materi “Etika” mata kuliah Etika Profesi dari Sistem Informasi Universitas Jember. Oh iya, ini perjumpaan pertama setelah aku kontrak kuliah, jadi ini tuh kaya pengenalan dasar tentang etika sebelum kita benar-benar masuk ke Etika Profesi.
Di dalamnya, dijelaskan perbedaan antara etika dan moral.
Etika itu standar perilaku yang diharapkan untuk dilakukan oleh suatu kelompok, sedang moral itu keyakinan tentang benar dan salahnya suatu perilaku. Eitss!!! Tapi ketika itu dilanggar, belum tentu dapat hukuman dari aparat loh ya!
Lalu ada etika dan etiket (ini paling menarik buat aku). Jadi perbedaan dari kedua hal ini tuh terletak pada kondisinya. Kalau etika, misal kalian melakukan pencurian, mau ada saksi atau pun tidak, yang namanya mencuri itu salah! (Jangan ditiru ya kalau kalian ngga mau salah di mata masyarakat, aparat, dan Tuhan). Kalau etiket contohnya gini (DISCLAIMER : Hanya dilakukan oleh orang bermental tinggi) kalian lagi kebelet kentut nih, terus kalian langsung aja kentut tanpa memerdulikan orang sekitar, Brutttt... Padahal di sebelah kalian itu ada orang. Itu udah jelas nggak sopan ya, nggak boleh karena kalian nanti dicap nggak sopan di mata masyarakat, tapi kalau kalian ngentut pas lagi sendirian, it’s okay kalian nggak akan salah di mata masyarakat, aparat, apa lagi Tuhan. Siapa coba yang mau ngehukum orang karna kentut?
Lagi, aku belajar tentang perbedaan profesi dan pekerjaan. Keduanya punya kesamaan, yaitu sama-sama menghasilkan uang. Profesi itu udah pasti pekerjaan, namun pekerjaan belum tentu profesi loh!!! Jadi gini, profesi itu memerlukan keahlian khusus, pendidikan, lisensi, dan hanya di bidang tertentu saja, kalau pekerjaan ya pekerjaan, dilakukan untuk menghasilkan materi, Guys.
Kalau kalian masih agak bingung tentang profesi dan pekerjaan, kita langsung ke contoh saja ya... Sesuai ucapan Mr. Robby, cara termudah untuk memahami perbedaan keduanya, yaitu dengan contoh dokter dan dukun. Saat sedang sakit, kita pasti lebih memilih pergi ke dokter dari pada dukun, kan? Kenapa tuh? Karena dokter kan sudah terbukti, mereka melakukan pendidikan sebelum melakukan praktiknya, mereka juga punya lisensi, apa lagi dokter punya kode etik. Kalau dukun, nggak bisa dibuktikan karena mereka nggak punya kurikulum yang resmi, nggak ada penjelasan secara sains, dan nggak ada yang menguji. Intinya dukun ini kan nggak pasti, jadi kemungkinan orang akan lebih yakin pergi ke dokter karena lebih terjamin aman. (ini cuma contoh ya, nggak usah disangkut pautkan sama kepercayaan, adat, dan budaya, Guys).
Menyinggung soal kode etik, kode etik adalah hukum yang berlaku untuk masing-masing profesi. Tujuannya adalah agar tenaga profesional terhindar dari tindak pelanggaran. Contohnya gini, agar dokter tidak teledor dalam mengobati pasiennya, maka dibuatlah kode etik. Nah, kalau kode etik ini dilanggar, gimana dong? Tentunya akan ada sanksi ya. Oleh karena itu, dokter pasti akan sangat berhati-hati dalam mengobati pasiennya. Kalau kata Mr. Robby sih, “nggak asal nyembur”.
Oh iya, walau sedikit beririsan, kode etik dan hukum ini berbeda loh! Kalau hukum kan dari aparat pemerintah dan kalau terbukti salah, udah pasti dihukum, sedangkan kode etik, walau sama-sama kena sanksi, tapi yang ngatur itu ya dari lingkup profesi itu sendiri. Tau nggak sih, kalau kalian melanggar kode etik, sebutan profesional kalian bisa hilang tau! Misal dokter nih ya, kalau dia melanggar kode etiknya(dalam kategori parah), dia bahkan nggak boleh melakukan praktik lagi! Dalam beberapa kasus, seseorang bisa melanggar kode etik, namun tidak melanggar hukum dan dalam kasus lain, seseorang bisa melanggar kode etik sekaligus melanggar hukum.
Cukup itu saja sih yang aku pelajarin tanggal 30 Agustus ini.
Oh iya, kalau ada yang masih belum paham atau penjelasanku sedikit
membingungkan, kalian bisa klik tautan ini
! Lovu all!!!! Semoga kita semua se-room
di heaven<3
.jpeg)



Rapii banget Tulisannya 🤩
BalasHapus